Mendikbud Resmi Hapus Pelaksanaan MOS di Sekolah

Mendikbud Resmi Hapus Pelaksanaan MOS di Sekolah dalam hal ini Pak Anies resmi larang pelaksanaan mos oleh siswa atau dalam hal ini kakak kelas yang bernaung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) guna menghindari kekerasan dalam dunia pendidikan.
Akhirnya MOS Resmi Dihapus Oleh Kemendikbud
Mendikbud Hapus MOS Berpanitia OSIS tentu ini adalah suatu kabar gembira di dunia pendidikan khususnya untuk para siswa dan orang tua. Seperti yang kita ketahui MOS adalah kegiatan Masa Orientasi siswa yang awalnya bertujuan untuk memberi pendidikan bagi peserta didik baru dalam hal pengenalan lingkungan sekolah barunya dan kemudian diubah oleh oknum oknum yang tidak waras menjadi ajang perpeloncohan dan kekerasan bagi siswa baru.

Baca juga Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2016/2017

Mendikbud Hapus MOS di Sekolah merupakan hal yang seharusnya sudah lama dilakukan mengingat praktek MOS ini sudah jauh melenceng dari tujuan utamanya. Namun setidaknya kita patut bersyukur karena praktek yang tidak sesuai dengan jiwa pendidikan ini benar-benar telah dilarang oleh Kemendikbud tercinta kita. Artinya setidaknya kita harus bersyukur karena Kemendikbud kita SUDAH BERTINDAK untuk menghilangkan Praktek-praktek yang tidak sesuai di dunia pendidikan. Alhamdulillah...

Baca juga Aplikasi Cetak Kwitansi Terbaru 

Akhirnya MOS Resmi Dihapus Oleh Kemendikbud dengan dikeluarkannya PERMENDIKBUD NO 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (dikutip dari CNN Indonesia ). Permendikbud tersebut dikeluarkan terkait banyaknya laporan kerugian dan kekerasan yang disebabkan oleh adanya MOS disekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara khususnya kepada para siswa seluruh Indonesia, maka Kemdikbud menghapus masa orientasi siswa (MOS) yang sering diwarnai perpeloncoan dengan berbagai variasi dan berbagai modifikasi alur serta bentuknya.


Baca juga Kumpulan Soal Matematika Kelas 3 SD

Sebagai gantinya, dikeluarkan regulasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang melibatkan guru dan siswa tanpa ada kegiatan menghukum dengan dalih apa pun. Artinya kegiatan MENGHUKUM  peserta didik baru DIHARAMKAN !!!

Dengan Kebijakan baru yang tertuang dalam Permendikbud tersebut maka pada tahun ajaran baru 2016/2017 yang akan datang Bapak Anies selaku mendikbud melarang OSIS untuk melaksanakan MOS. Dan hanya diperbolehkan melaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). 

"Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) inipun tidak boleh dilakukan oleh OSIS namun harus dilakukan oleh guru dilingkungan atau pengajar di sekolah tersebut. Kegiatan PLS ini juga harus benar benar terfokus hanya pada Pengenalan Guru dan Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan mengenal lingkungan yang keras", tegas Mendikbud.

Selain itu Waktu Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah PLS yang ditegaskan oleh Mendikbud Anies hanya diperbolehkan selama 3 hari dan selama Pelaksanaan sangat dilarang mengenakan atribut yang aneh-aneh. 

Kemudian untuk rekrutmen estrakurikuler, Mendikbud Anies mengatakan, harus mendapatkan izin dari orangtua. Panitia kegiatan wajib mendatangi dan menjelaskan kegiatan selama proses rekrutmen anggota baru ekstrakurikuler.

Mendikbud Anies mengatakan, selama kegiatan pengenalan dan rekrutmen anggota ekstrakurikuler itu, minimal wajib diikuti dua orang guru.

’’Jika selama kegiatan ada risiko kecelakaan, guru pendamping ekstra kurikuler wajib menjelaskan juga ke orangtua,’’ katanya.

Regulasi Mendikbud tersebut harus dipatuhi demi menghilangkan kekerasan dan sistem Feodalisme dalam pendidikan di negara kita. Bagi yang tidak mematuhi akan dikenakan sanksi. Kepada guru bisa dikenai sanksi disiplin. Termasuk kepada Kepala Sekolah yang lain mengawasi kegiatan MOS. Kepada institusi sekolah yang masih nakal, juga akan dikenai sanksi rekomendasi penururnan akreditasi.

Semoga Kebijakan Baru Mendikbud ini dapat terealisasi sepenuhnya yang tentunya dengan bantuan dan pengawasan oleh para tenaga pendidik dan para orang tua. Marilah kita melaksanakan dan mengawasi kebijakan baru ini demi terciptanya generasi muda yang lebih baik. Amin..

Akhirnya dengan Permendikbud tersebut dalam tahun ajaran baru nanti KITA SEMUA TIDAK AKAN MENEMUI LAGI SISWA BARU MENGHITUNG SEMUT, SISWA BARU BERTOPI EMBER/POT KE SEKOLAH, SISWA BARU BERTAS KANTONG PLASTIK, SISWA BARU DIBENTAK DAN DIPAKSA MENANGIS dan macam-macam kostum aneh, gila dan PERPELONCOHAN lainnya. amin...
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments

- Berkomentarlah yang sopan
- Komentar tidak OOT ( Out Of Topic )
- Jangan Menaruh Livelink atau sejenisnya

Advertiser

Live Chat Cara Terbaru
×
_

Hai! Kamu bisa kirim pesan ke Admin di sini, jangan lupa LIKE Cara Terbaru ya... Terima kasih.