Umurku Untuk Ayah dan Bundaku

Umurku Untuk Ayah dan Bundaku - ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, setelah kemarin saya share tentang kerinduan seorang wanita , maka pada share kali ini saya akan share karya orisinil dari anak SMA 1 DUAPITUE , silahkan disimak..

Perhatian !!!

jika ingin mengCopy paste harap mencamtumkan Biodata penulis dan sumber Link

Biodata Penulis:

Penulis: Ucha

TTL : Parepare 2 Juni 1996

Alamat: JLn, Poros Pare , Tanrutedong , SIDRAP, SUL-SEL, Indonesia.

Umurku untuk ayah dan bundaku

http://www.caraterbaru.web.id/


Ya Allah, Ayah dan bundaku kini sudah tua. Namun mereka masih saja berusaha untuk membahagiakan kami anak-anaknya. Jujur aku sebagai anak merasa malu, aku belum bisa mandiri hingga msih harus berharap pada mereka.


Keringat yang tiap hari ayah keluarkan untuk kami, itu adalah bukti kalau dia adalah ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk keluarganya. Namun kami sebagai anak tidak mengetahui apa sebenarnya yang ayah rasakan. Tapi kami mengerti semua yang ayah lakukan untuk kami, tak bisa kami bayar dengan apapun itu. Kami sebagai anak hanya bisa menikmati saja, namun tak tahu kenikmtan itu tidak didapat begitu saja, butuh kerja keras yang sangat extra super.


Tenaga bunda yang tiap hari terkuras demi mengurus kami. Bunda bangun dipagi buta untuk menyiapkan makanan untuk kami, dan membiarkannya sendiri membereskan rumah dikala kami telah berangkat. Air susu bunda, pengorbanan bunda antara mati dan hidup demi melahirkan kami, tak bisa kami beli sekalipun itu dengan emas segunung, itu takkan bisa membeli pengorbanan dan kasih sayang bunda. Ya Allah, aku ingin membahagiakan ayah bundaku.

Andai saat ini aku telah memiliki harta yang cukup, akan ku segerakan mereka ku berangkatkan haji, ayah bundaku ingin sekali melihat ka’bah-Mu sebelum mereka engkau panggil. Namun hati ini sering menangis dikala harus melihat mereka selalu berharap yang tak berujung, harapan ayah bundaku ingin diumurnya yang sudah senja, ayah bundaku ingin sekali menginjakkan kakinya ditanah kelahiran kekasih-Mu Nabi Muhammad saw.

Melihat itu, aku hanya bisa menangis dan merintih dalam hati kecilku. Mereka juga mengatakan, kalau ia takut jika harapannya itu hanya akan sia-sia, namun ku berusaha tegar dihadapan mereka dengan mengatakan. “ ayah bunda, insyaallah ayah bunda akan kesana dan harapan ayah bunda juga tak sia-sia. Insyaallah kalau kami sudah memiliki uang yang cukup kami akan memberangkatkan segera ayah dan bunda” Ya Allah, andai umur ayah bundaku tak lama lagi, berikanlah umurku untuk mereka. Agar mereka dapat mencapai harapan yang mulia itu.

Meereka ingin sekali mendapat panggilan haji-Mu. Ayah bunda,, ku ingin bersama kalian, kuberikan umurku untuk kalian, agar kalian tetap hidup dan mencapai harapan mulia ayah dan bunda. Ku tau apa yang aku lakukan selama ini belum cukup untuk membayar semua pengorbanan kalian. Ya Allah, begitu mulia ayah bundaku,, berikanlah mereka kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada tara di dunia dan di akhirat..

Penulis:
Ucha
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

No comments

- Berkomentarlah yang sopan
- Komentar tidak OOT ( Out Of Topic )
- Jangan Menaruh Livelink atau sejenisnya

Advertiser

Live Chat Cara Terbaru
×
_

Hai! Kamu bisa kirim pesan ke Admin di sini, jangan lupa LIKE Cara Terbaru ya... Terima kasih.