Ekskul Bukanlah Prioritas Utamamu

Dalam setiap sekolah atau instansi pendidikan mulai dari SD sampai perguruan tinggi memilki kegiatan ekstra kurikuler. Ekstra kurikuler atau yang lebih populer dengan singkatan EKSKUL adalah suatu kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang merupakan penunjang aktivitas belajar seorang siswa.

Ekskul merupakan sarana untuk mendapatkan pengetahuan lebih atau pengetahuan tambahan yang mana tidak di dapat di dalam pelajaran intern di sekolah, selain itu kegiatan ekskul adalah kegiatan pengembangan bakat sehingga bertujuan untuk membentuk bakat seorang peserta didik yang selanjutnya bakat itu akan menjadi penunjang belajar yang berupa semangat atau motivasi belajar di dalam diri seorang peserta didik.

Ekskul dalam setiap sekolah atau perguruan tinggi bervariasi, tergantung dari masing- masing instansi tersebut dan bagaimana siswa memilihnya adalah sesuai dengan bakat mereka sendiri. Namun sekarang ini banyak yang menyalah artikan tujuan dari ekskul itu sendiri, yang pada akhirnya mengakibatkan penyimpangan pada aktivitas belajarnya.

Perlu diketahui bahwa ekskul hanyalah penunjang kegiatan belajar, namun sekarang ini karena banyaknya yang terlarut dalam kegitan ekskul sehingga kegiatan pokok peserta didik yakni belajar menjadi terganggu bahkan terbengkalai. Bahkan semakin cintanya pada ekskul yang dimasukinya para peserta didik sepertinya lebih memprioritaskan kegiatan ekskulnya ketimbang kegiatan belajar sekolahnya. Mereka lebih suka melakukan kegiatan ekskul daripada melakukan kegiatan belajar disekolah sehingga terkadang tidak sedikit yang meninggalkan pelajaran sekolah hanya karena mengikuti kegiatan ekskul.

Pada dasarnya kegiatan ekskul memang bermanfaat untuk perkembangan fisik dan psikis peserta didik, namun perlu disadari bahwa kegiatan ekskul hanyalah kegiatan penunjang yang ditujukan untuk lebih memberi semangat kepada peserta didik untuk belajar bukannya malah mengganggu kegiatan belajar. Artinya bahwa kegiatan ekskul janganlah pernah di jadikan sebagai prioritas di sekolah, jangan dijadikan sebagai kegiatan utama, karena tugas utama seorang peserta didik adalah BELAJAR.

Selain itu para peserta didik juga menjadikan ekskul sebagai sarana alasan untuk keluar rumah. Dengan alasan ada kegiatan ekskul maka mereka meminta izin kepada orant tua mereka, padahal mungkin saja mereka tidak sampai di sekolahnya. Ada juga yang masuk kegiatan ekskul supaya mereka dapat menjadikan waktu kegiatan ekskul tesebut menjadi waktu ketemuan dengan pujaan hatinya. Tindakan –tindakan seperti inilah yang memicu hancurnya kegiatan belajar peserta didik yang pada gilirannya akan menghancurkan prestasinya di sekolah.

Ingatlah !!! bahwa tugas utama seorang peserta didik adalah belajar, belajar dan terus belajar hingga mencapai cita- cita. Belajar untuk mencapai cita- cita, belajar untuk menjadi lebih baik, dan belajar untuk membahagiakan orang tua...

Teruslah belajar agar banyak ilmu, karena... orang bahagia karena ilmunya, orang sukses karena ilmunya dan orang selamat dunia dan akhirat karena berkah dari ALLAH SWT melalui ilmu yang dimilikinya...

Penulis: Udhy Asbudi
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

1 comment

skill pengembangan diri dan pengetahuan akademik perlu seimbang dan memang sebaiknya sekolah dapat menggarap kegiatan ekskul agar lebih berfokus pada kebutuhan dan talent anak. beberapa sekolah international di indonesia malahan menjadikan ekskul sebagai prioritas utama mereka karena menyadari potensi dalam diri anak sangat beragam.

Balas

- Berkomentarlah yang sopan
- Komentar tidak OOT ( Out Of Topic )
- Jangan Menaruh Livelink atau sejenisnya

Advertiser

Live Chat Cara Terbaru
×
_

Hai! Kamu bisa kirim pesan ke Admin di sini, jangan lupa LIKE Cara Terbaru ya... Terima kasih.