Kisah Dari Negeri Kapuk

KISAH DARI NEGERI KAPUK - Disebuah pulau terdapat sebuah negeri yang bernama negeri kapuk. Negeri itu di perintah oleh seorang raja yang bijaksana, raja itu bernama Panaungi. Sang raja hidup bersama istrinya Mashingka, ia juga memiliki seorang putri yang bernama Samhina.

Samhina sedang berada di negeri seberang untuk mempelajari ilmu pengobatan(kalau istilah sekarang semacam ilmu kedokteran). Itu dilakukannya karena di negerinya belum ada ahli pengobatan yang betul betul ahli dalam menangani penyakit. Suatu hari Samhina mengirim surat kepada ayahnya bahwa ia telah selesai dalam belajar pengobatan dan dia meminta untuk dijemput.

Panaungi bingung mencari orang yang bisa dipercaya untuk menjemput putrinya, karena perjalanan ke negeri seberang sangat jauh dan dalam perjalanan banyak sekali bahaya yang bisa mengancam keselamatan sang putri. Beberapa hari kemudian sang raja mendengar dari seorang penjaga istana bahwa tak jauh dari istana ada sebuah perguruan bela diri dan kebanyakan muridnya sudah ahli dalam bela diri. Sang raja pun kembali berpikir karena tidak mungkin raja sembarangan dalam memilih orang, apalagi ini menyangkut keselamatan putrinya. Akhirnya dia memerintahkan salah satu penjaga untuk menyelidiki murid murid yang ada dalam perguruan bela diri tersebut.

Beberapa hari kemudian penjaga istana datang melapor kepada sang raja dan menyebut nama dari salah seorang murid dari perguruan itu, yaitu Wewanriru. Menurut penjaga istana Wewanriru adalah murid yang berbakat di perguruan itu, walaupun umurnya masih muda tapi dia sudah dipercaya kepala perguruan itu untuk melatih temannya. Meski Wewanriru telah dipercaya oleh kepala perguruan tapi itu tidak menjadikannya sombong, dia tetap rendah hati kepada temannya.

Sang Raja kemudian memanggil Wewanriru ke istana, setelah beberapa saat dia pun datang. Raja menjelaskan kenapa dia dipanggil ke istana dan menjelaskan tugas yang harus dilaksanakannya. Tugasnya adalah menjemput Sang putri dan menjaganya selama di perjalanan dari segala bahaya yang dapat megancam keselamatannya. Tak lama kemudian dia pun berangkat untuk menjemput sang putri.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari akhirnya dia sampai pada tempat yang dia tuju. Dia bertemu sang putri dan menjelaskan bahwa dia diperintahkan raja untuk menjemputnya serta dia memberikan surat yang diberikan oleh raja sebagai bukti bahwa dia benar-benar utusan raja. Akhirnya mereka berdua kembali menuju negeri kapuk.Di perjalanan Wewanriru selalu waspada karena dia tahu banyak daerah yang tidak aman yang akan dilaluinya, apalagi sang putri memilki wajah yang sangat cantik yang tentu saja akan membuat perampok atau siapapun yang melihatnya akan berpikir untuk mencegatnya di jalan.

Tak lama kemudian tiba-tiba gerombolan perampok menghadang mereka, Tapi karena Wewanriru sangat ahli dalam beladiri sehingga gerombolan perampok itu mudah untuk dikalahkannya. Sang putri terpukau dengan kehebatan bela diri Wewanriru. Diperjalanan hari kedua mereka melalui hutan, dan tiba-tiba muncul seorang pria bertubuh kekar dan wajahnya sangat tampan dimata sang putri. Sang putri berkenalan dengan pria tampan itu dan lama kelamaan mereka semakin akrab.

Disisi lain, Wewanriru merasa aneh dengan kelakuan pria tampan itu sehinnga dia menggunakan kesaktian matanya yang dapat melihat sosok asli dari orang yang menyamar. Ternyata benar pria tampan itu menyamar, Wewanriru dapat melihat sosok aslinya yang sebenarnya adalah orang tua. Orang tua itu menggunakan kesaktiannya merubah diri menjadi pria tampan. Wewanriru kemudian mencoba menjelaskan kepada sang putri tentang siapa sebenarnya pria tampan itu, namun sang putri tidak percaya dan malah menuduh Wewanriru cemburu pada pria itu. Mereka pun bertengkar, karena emosi putri mengusir Wewanriru.

Wewanriru yang diusir bermaksud kembali ke negeri kapuk sendirian namun di jalan dia teringat pesan raja bahwa selama di perjalanan sang putri adalah tanggung jawabnya. Wewanriru memutuskan kembali dan menyelamatkan sang Putri dari Orang tua yang sedang menyamar itu. Untuk menyelamatkan sang Putri satu-satunya cara adalah menyerang dan mengalahkan orang itu dengan satu kali pukulan, tapi pria tampan itu selalu berada di dekat sang Putri sehingga Wewanriru sulit untuk menyerangnya.

Wewanriru bersembunyi di balik pohon menunggu pria tampan itu menjauh dari sang Putri. Karena ingin buang air kecil, Pria tampan itu akhirnya menjauh dari sang putri dan Wewanriru mengambil kesempatan itu dengan langsung menyerangnya. Pria tampan itu langsung jatuh dengan satu kali pukulan dari Wewanriru dan dengan sekejap pria tampan itu kembali kesosok aslinya menjadi orang tua. Sang Putri terkejut melihat semua kejadian itu dan minta maaf setelah mendengar penjelasan dari Wewanriru.

Mereka berdua kembali akur dan melanjutkan perjalanan. Dihari ketiga perjalanan, mereka hampir sampai di negeri kapuk. Di perjalanan sang Putri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wewanriru karena telah menjemputnya dan menjaganya selama di perjalanan. Sebenarnya telah tumbuh benih cinta diantara mereka selama tiga hari perjalanan itu namun diantara mereka tidak ada yang berani mengungkapkannya. Akhirnya mereka berdua sampai di negeri kapuk dan kedatangan mereka ternyata sudah ditunggu-tunggu.

Mereka berdua disambut dengan meriah oleh Raja, pejabat istana dan masyarakat serta teman perguruan Wewanriru. Raja berterima kasih kepada Wewanriru karena telah membawa pulang anaknya dengan selamat. Sebagai ucapan terima kasih Raja ingin memberikan hadiah uang, jabatan dan kekuasaan pada Wewanriru tapi dia menolak. Dia mengatakan kepada raja bahwa dia ikhlas membantu raja jadi dia tidak memerlukan hadiah, Raja tersenyum mendengarnya.

Beberapa saat kemudian saat orang-orang lagi asik menikmati pesta penyambutan Wewanriru dan Putri, tiba-tiba raja memanggil Wewanriru dan membuat pengumuman yang mengejutkan. Raja berkata bahwa Putrinya Samhina akan dinikahkan dengan Wewanriru. Wewanriru sangat terkejut, dia bertanya kepada Raja bahwa apakah Raja tidak salah menikahkan putrinya dengan dia? Raja mengatakan bahwa dia tidak akan salah dalam memilih pendamping untuk putrinya karena ternyata sebenarnya sudah lama Raja mengamati wewanriru. Wewanriru pun tidak bisa menolak begitu juga dengan Putri karena diantara mereka telah tumbuh benih cinta. Beberapa hari kemudian mereka berdua menikah dan hidup bersama dengan bahagia.

Penulis: Udhy Asbudi
This Is The Oldest Page
Disqus
Blogger
Pilih Sistem Komentar

2 comments

mantap ceritanya

Balas

kembangkan!

Balas

- Berkomentarlah yang sopan
- Komentar tidak OOT ( Out Of Topic )
- Jangan Menaruh Livelink atau sejenisnya

Advertiser

Live Chat Cara Terbaru
×
_

Hai! Kamu bisa kirim pesan ke Admin di sini, jangan lupa LIKE Cara Terbaru ya... Terima kasih.